Beberapa hari libur dari menulis membuat kepala saya sedikit khawatir dengan kebekuan. Hari ini udara Jakarta panas sekali! Seperti sedang berada di kota yang belum merasakan hujan selama bertahun-tahun. Tidak seperti tahun sebelumnya, ramadhan kali ini lebih menarik dan menantang. Ditengah perpecahan batin karena cinta, saya kembali dihadapkan dengan persoalan klasik, yakni tidak mudik lebaran karena pertimbangan biaya. Subahanallah! Semoga Allah senangtiasa bersama diri ini dalam suka maupun duka!
Semalam sekitar tiga jam lebih saya menghabiskan waktu di warnet untuk mengutak-atik halaman blog! Setelah itu dilanjutkan dengan sahur lebih awal karena pertimbangan takut telat bangun. Ada cerita menarik ketika di warnet semalam! Saat saya online pada halaman facebook, ketemu dengan seorang wanita yang cukup menarik dan sepertinya type wanita idaman pria pada umumnya! Kami chating beberapa lama, pada saat yang bersamaan dia juga sibuk membalas komentar teman-temannya di dinding halaman.
Sudah lama saya tidak merasakan chating semenarik semalam! Saya lupa kapan terakhir kali saya mersakan itu!
Saya belajar sesuatu pada hari ke empat puasa ini, belajar menerima sesuatu dengan apa adanya! Saya sering menulis dengan menggunakan inspirasi saya tentang kiasan-kiasan untuk menggambarkan hidup, akan tetapi tidak lebih dari separuhnya belum tentu saya lakukan dengan konsisten. Perpecahan batin yang mendera juga sedikit banyak telah membuat saya mengerti bahwa, Allah tidak akan memberikan sesuatu diluar kemampuan hambaNya. Harusnya saya sadar bahwa saya telah memiliki modal untuk menghadapi semua ini, ketika tempo hari saya membuat sebuah ungkapan, bahwa Tuhan akan memberi saya ketika saya siap menerimanya!
Proyek ngeblog yang sudah menghabiskan jutaan rupiah, dan belum memberikan hasil sama sekali, tidaklah harus membuat saya berkecil hati! Jika itu salah, maka saya bersyukur jika gagal karena saya baru saja terhindar dari hal yang bisa saja lebih buruk. Dan jika itu benar, setidaknya saya belajar menerima dan bersabar dengan setiap kegagalan. Caw!
Showing posts with label Ramadhan Dimata Blogger. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan Dimata Blogger. Show all posts
Subuh! Hari Ke Enam Puasa.
07:13
Filed Under: Ramadhan Dimata Blogger |0 comments
Kesendirian membuat saya semakin yakin bahwa, Allah tempat satu-satunya untuk bersandar. Memori ramadhan tahun lalu seolah terulang kembali dengan sekenario berbeda! Saya kembali sendiri menjalani puasa ini, padahal ada oarng yang sebenarnya bisa menemani setidaknya melalui telepon atau sms. Waktu memang sedikit lebih dihargai dengan meningkatnya kualitas berpikir dan berzikir. Akan tetapi syaitan tidak selamanya terbelenggu di neraka! Masih ada celah yang kadang digunakan untuk menggoda pikiran. Celah yang dibuat oleh diri sendiri, membuat mereka bisa lebih dekat dari yang saya perkirakan. Kejahatan berpikir tidak termasuk dalam hukum pidana di Negara manapun, karena tidak ada yang bisa membuktikan pikiran jahat apa yang sedang orang lain pikirkan. Hanya saja jika itu akan diberi hukuman, mungkin adalah yang terberat yang pernah ada.
Jika saya berpaling sedetik saja dari menguasai pikiran, maka dapat terjerumus kepada kesesatan pikiran selama berjam-jam. Setidaknya itulah yang saya rasakan pada puasa hari kelima kemarin. Karena sebuah adegan yang menurut saya biasa dalam keseharian sebagai orang kantoran di Jakarta, membuat saya linglung selama beberapa jam dengan pikiran cinta. Hal yang bisa saja membuat puasa saya sia-sia dan tidak lebih dari sekedar menahan haus dan lapar. Tidak mudah memang menjalani kesendirian di kota sepadat Jakarta! Membuat beberapa orang stress dan gila! Pada hakekatnya tidak ada kehidupan di suatu kota manapun yang bisa kita vonis kejam, karena manusialah yang kejam!
Berpuasa membuat saya percaya dan lebih yakin bahwa selama ini saya masih membawa sifat rakus dalam diri. Yang sebenarnya tertutupi oleh semangat pantang menyerah yang terbawa dari dulu.
Untuk beberapa menit saya rehat ke toilet, dan kembali satu hal yang terbukti benar, bahwa toilet adalah tempat paling kotor di dunia ini. itu bukan karena fungsinya, akan tetapi karena di dalam sana semua pikiran kotor dapat timbul dengan gambaran yang jelas. Sedikit kontrofersial karena untuk beberapa orang orang diluar sana adalah tempat mencari inspirasi.
Sangat sulit menghilangkan pikiran tentang seseorang. Ya itu memang penyakit saya dari dulu.. hiduplah saya dengan itu! Hanya kedewasaan berpikir yang bisa sedikit meredam hal tersebut. Sehingga tidak menjadi indera ke enam buat saya. Sangat sulit saya jelaskan kenapa bisa seperti ini. bisa jadi karena terbawa oleh kenangan mas kecil.. kehilangan kasih sayang seorang Ibu pada umur dua belas tahun sangat mempengaruhi psikologis. Dan saya belum dapat mengontrol diri dengan baik ketika kembali saya akan kehilangan seseorang. Hanya Allah yang dapat memberi pertolongan kepada manusia semacam saya. Caw!
Jika saya berpaling sedetik saja dari menguasai pikiran, maka dapat terjerumus kepada kesesatan pikiran selama berjam-jam. Setidaknya itulah yang saya rasakan pada puasa hari kelima kemarin. Karena sebuah adegan yang menurut saya biasa dalam keseharian sebagai orang kantoran di Jakarta, membuat saya linglung selama beberapa jam dengan pikiran cinta. Hal yang bisa saja membuat puasa saya sia-sia dan tidak lebih dari sekedar menahan haus dan lapar. Tidak mudah memang menjalani kesendirian di kota sepadat Jakarta! Membuat beberapa orang stress dan gila! Pada hakekatnya tidak ada kehidupan di suatu kota manapun yang bisa kita vonis kejam, karena manusialah yang kejam!
Berpuasa membuat saya percaya dan lebih yakin bahwa selama ini saya masih membawa sifat rakus dalam diri. Yang sebenarnya tertutupi oleh semangat pantang menyerah yang terbawa dari dulu.
Untuk beberapa menit saya rehat ke toilet, dan kembali satu hal yang terbukti benar, bahwa toilet adalah tempat paling kotor di dunia ini. itu bukan karena fungsinya, akan tetapi karena di dalam sana semua pikiran kotor dapat timbul dengan gambaran yang jelas. Sedikit kontrofersial karena untuk beberapa orang orang diluar sana adalah tempat mencari inspirasi.
Sangat sulit menghilangkan pikiran tentang seseorang. Ya itu memang penyakit saya dari dulu.. hiduplah saya dengan itu! Hanya kedewasaan berpikir yang bisa sedikit meredam hal tersebut. Sehingga tidak menjadi indera ke enam buat saya. Sangat sulit saya jelaskan kenapa bisa seperti ini. bisa jadi karena terbawa oleh kenangan mas kecil.. kehilangan kasih sayang seorang Ibu pada umur dua belas tahun sangat mempengaruhi psikologis. Dan saya belum dapat mengontrol diri dengan baik ketika kembali saya akan kehilangan seseorang. Hanya Allah yang dapat memberi pertolongan kepada manusia semacam saya. Caw!
Minus Tiga Hari menjelang Puasa
Monday, 24 August 2009 07:18
Filed Under: Ramadhan Dimata Blogger |0 comments
Setelah beberapa jam saya tertidur, semangat kembali bergema dari sudut-sudut sempit kamar ini. Entah ini pertanda atau hanya sekedar perasaan numpang lewat. Yang jelas saya kembali di yakinkan tentang sebuah keihklasan hati.. kerelaan kepada setiap pemberian hari ini dari Allah.. pemberian yang telah membuat saya sadar akan keterbatasan seorang manusia.. kenangan masa lalu yang terlintas di kepala membuat sebagian dari diri saya tidak sadar terhadap sebuah hari penantian yang panjang.. apakah benar-benar saya telah diyakinkan untuk memulai lagi yang baru dan memberi ruang gerak pada masa lalu untuk berlalu.. sehingga saya tidak dibuat bingung dan labil. Seperti air yang mengalir dan angina yang berhembus, membuatnya berjalan menurut kehendak mereka sendiri.
Setelah semalaman saya sibuk dengan melihat setiap jendela, satupun saya tidak menemukan hal yang membuat saya kembali yakin akan keputusan seseorang. Tuhanlah yang memberi kita segalanya dan kerelaan untuk menerima satu-satunya hal yang dapat kita lakukan. Setiap keinginan yang muncul di hati, membuat saya sedikit khilaf dengan hidup.. setiap hal yang saya temui belakangan ini, mengarah kepada suatu kesimpulan, bahwa kesabaran selalu mendatangkan berkah. Setiap usaha untuk sebuah tujuan yang baik, akan selalu didengarkan oleh Tuhan.. lemahnya iman memang menjadi musuh setiap orang untuk berjuang.. berjalan pada jalur yang sama.. atau memegang teguh keyakinan.
Gangguan pada pikiran dapat dimaklumi karena sisi kemanusiaan. Yang dapat saya lakukan hanya berusaha semuanya masih pada jalur yang tepat. Jalur yang membuat segalanya berarti dan hidup. Usaha manusia hanya dibatasi oleh kehendak Tuhan. Selain itu, semuanya bisa tercapai. Sungguh indah mengingat untuk pertama kali kita memulai, membuat diri saya lebih menghargai hari ini. Cobaan yang datang tidak semua berjalan mulus! Wajar jika mengingat saya seorang laki-laki normal. Hari ini segalanya untuk sesuatu. Caw!
Setelah semalaman saya sibuk dengan melihat setiap jendela, satupun saya tidak menemukan hal yang membuat saya kembali yakin akan keputusan seseorang. Tuhanlah yang memberi kita segalanya dan kerelaan untuk menerima satu-satunya hal yang dapat kita lakukan. Setiap keinginan yang muncul di hati, membuat saya sedikit khilaf dengan hidup.. setiap hal yang saya temui belakangan ini, mengarah kepada suatu kesimpulan, bahwa kesabaran selalu mendatangkan berkah. Setiap usaha untuk sebuah tujuan yang baik, akan selalu didengarkan oleh Tuhan.. lemahnya iman memang menjadi musuh setiap orang untuk berjuang.. berjalan pada jalur yang sama.. atau memegang teguh keyakinan.
Gangguan pada pikiran dapat dimaklumi karena sisi kemanusiaan. Yang dapat saya lakukan hanya berusaha semuanya masih pada jalur yang tepat. Jalur yang membuat segalanya berarti dan hidup. Usaha manusia hanya dibatasi oleh kehendak Tuhan. Selain itu, semuanya bisa tercapai. Sungguh indah mengingat untuk pertama kali kita memulai, membuat diri saya lebih menghargai hari ini. Cobaan yang datang tidak semua berjalan mulus! Wajar jika mengingat saya seorang laki-laki normal. Hari ini segalanya untuk sesuatu. Caw!
Empat Malam Sebelum Puasa
07:16
Filed Under: Ramadhan Dimata Blogger |0 comments
Tidak pernah terbayangkan betapa bahagianya hari ini setelah mendapat kata pengantar yang manis dari orang paling istimewa untuk hidupku.. beberapa hari lagi sudah akan memasuki hari besar, dan saya pikir perkembangan jiwaku cukup signifikan! Ke arah lebih baik tentunya.. benar bahwa harapan tidaklah pernah berubah sedikitpun hingga saat ini. jika mengingat kembali perjuangan yang telah dilalui, harusnya saat ini menjadi perasaan yang biasa saja. Jika tidak, saya bisa gila karena itu. Saat membantu pembukaan kantor baru di Jakarta utara, sangat nyata terlihat bahwa dunia ini sangat luas. Ternyata saya untuk kesekian kalinya di sadarkan bahwa dunia tidak sesempit hatiku dan tidak sedangkal pikiranku. Indahnya dapat mengenang masa lalu tak seindah menjalani setiap detik dari akhir hidup ini.
Terlalu puitis memang jika saya mengatakan bahwa hidup hanya sekali dan untuk kesekian kali berhentilah mengeluh. Tapi akan lebih puitis jika saya mengatakan, hidup untuk cinta sejati adalah segala-galanya. Jika iman seorang manusia seperti saya dihadapkan pada sebuah situasi memilih untuk diam, tentu saya telah akan membunuh seseorang. Pikirkan saja apa yang akan kamu tulis dan ucapkan kepada setiap orang yang telah membuatmu benci untuk tetap hidup dan sampaikan itu di akhirat. Tuhan tidak pernah melarang seseorang orang untuk berbuat semaunya, hanya Tuhan telah berjanji akan memberi balasan kepada setiap yang berbuat. Pelajaran agama sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga terkesan dewasa mendekati tua, membuat otak sedikit terdogma untuk percaya, yang mana sekarang menjadi hal yang paling membuat saya bingung dan bertanya-tanya! Manakah yang benar dari sekian banyak kebenaran menurut setiap cabang pemikiran? Karena tidak etis jika saya menyatakan, pilih sesuai kata hatimu!
Membuat orang lain bingung lebih mudah dibandingkan, membuat diri kita lepas dari kebingungan. Setidaknya tidak banyak orang yang mampu berjalan sendiri ketika kabut telah menutupi sebagian atau seluruh jarak pandang sebuah nurani. Jika kelak arti kalimat ini telah sampai pada sebuah pembahasan lebih lanjut, saya yakin setiap orang bahkan seorang professor bahasa akan bingung jika melihatnya dari kacamata akademik. Itu sangat jelas karena, nurani tidak pernah dilahirkan dari sebuah diskusi dan penelitian. Nurani selalu berasal dari titik terendah manusia dimata Tuhan. Jika saja saya diberi waktu sedikit saja untuk memimpin malaikat di dunia ini, akan saya berikan seluruh anugerah dan berkah dari Tuhan kepada setiap manusia yang pertama kali menyadari setiap kesalahan yang telah diperbuat. Jika itu dibuat dalam bentuk data statistik akan muncul gambaran nyata, bagaimana seorang manusia menilai diri mereka sendiri. Pembahasan lebih lanjut akan saya berikan kepada orang yang selalu merasa paling benar, maka saya yakin seratus persen jika mereka orang pertama yang akan kehilangan hadiah itu.
Tidak sesedarhana tulisan ini, karena semuanya hanya anggapan yang siapapun bisa melakukannya tanpa sebelumnya membaca pikiran saya. Harapan akan selalu ada kepada setiap pribadi yang memberikan diri mereka kesempatan untuk bangkit keduakalinya setelah terjatuh. Tidak pernah terdengar kata mustahil dalam kamus bahasa, jika saja bukan manusia yang selalu berusaha mencari lawan dari sesuatu. Mencari kebalikan kata dari sebuah hal tidak pernah dianggap prestasi dalam kamus-kamus. Itu hanya, bagian kata lain yang dapat digunakan ketika ingin. Jika saat ini ada kesan si penulis bingung dengan maksud yang disampaikan, itu benar! Caw!
Terlalu puitis memang jika saya mengatakan bahwa hidup hanya sekali dan untuk kesekian kali berhentilah mengeluh. Tapi akan lebih puitis jika saya mengatakan, hidup untuk cinta sejati adalah segala-galanya. Jika iman seorang manusia seperti saya dihadapkan pada sebuah situasi memilih untuk diam, tentu saya telah akan membunuh seseorang. Pikirkan saja apa yang akan kamu tulis dan ucapkan kepada setiap orang yang telah membuatmu benci untuk tetap hidup dan sampaikan itu di akhirat. Tuhan tidak pernah melarang seseorang orang untuk berbuat semaunya, hanya Tuhan telah berjanji akan memberi balasan kepada setiap yang berbuat. Pelajaran agama sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga terkesan dewasa mendekati tua, membuat otak sedikit terdogma untuk percaya, yang mana sekarang menjadi hal yang paling membuat saya bingung dan bertanya-tanya! Manakah yang benar dari sekian banyak kebenaran menurut setiap cabang pemikiran? Karena tidak etis jika saya menyatakan, pilih sesuai kata hatimu!
Membuat orang lain bingung lebih mudah dibandingkan, membuat diri kita lepas dari kebingungan. Setidaknya tidak banyak orang yang mampu berjalan sendiri ketika kabut telah menutupi sebagian atau seluruh jarak pandang sebuah nurani. Jika kelak arti kalimat ini telah sampai pada sebuah pembahasan lebih lanjut, saya yakin setiap orang bahkan seorang professor bahasa akan bingung jika melihatnya dari kacamata akademik. Itu sangat jelas karena, nurani tidak pernah dilahirkan dari sebuah diskusi dan penelitian. Nurani selalu berasal dari titik terendah manusia dimata Tuhan. Jika saja saya diberi waktu sedikit saja untuk memimpin malaikat di dunia ini, akan saya berikan seluruh anugerah dan berkah dari Tuhan kepada setiap manusia yang pertama kali menyadari setiap kesalahan yang telah diperbuat. Jika itu dibuat dalam bentuk data statistik akan muncul gambaran nyata, bagaimana seorang manusia menilai diri mereka sendiri. Pembahasan lebih lanjut akan saya berikan kepada orang yang selalu merasa paling benar, maka saya yakin seratus persen jika mereka orang pertama yang akan kehilangan hadiah itu.
Tidak sesedarhana tulisan ini, karena semuanya hanya anggapan yang siapapun bisa melakukannya tanpa sebelumnya membaca pikiran saya. Harapan akan selalu ada kepada setiap pribadi yang memberikan diri mereka kesempatan untuk bangkit keduakalinya setelah terjatuh. Tidak pernah terdengar kata mustahil dalam kamus bahasa, jika saja bukan manusia yang selalu berusaha mencari lawan dari sesuatu. Mencari kebalikan kata dari sebuah hal tidak pernah dianggap prestasi dalam kamus-kamus. Itu hanya, bagian kata lain yang dapat digunakan ketika ingin. Jika saat ini ada kesan si penulis bingung dengan maksud yang disampaikan, itu benar! Caw!
Lima Hari Sebelum Puasa
07:13
Filed Under: Ramadhan Dimata Blogger |0 comments
Hari ini saya berhutang lagi pada diri sendiri. Sepertinya saya harus sedikit berkonsentrasi untuk melunasinya! Lama-kelamaan akan bertambah banyak dan tidak cukup waktu untuk menyelesaikannya. Masih dengan kenikmatan yang sama namun dengan sensasi yang berbeda. Roti tawar dengan susu kental manis cokelat, kopi hitam dan sebatang rokok menthol, adalah perasaan yang luar biasa. Hari ini ada obsesi lama yang tumbuh kembali. Obsesi untuk mencari kebaikan dengan memulai segalanya bersama mimpi-mimpi. Keputusan hari ini, sepertinya tidak terlalu memusingkan untuk saat ini. Akan tetapi jangan terlampau menjadi pikiran yang identik dengan penyakit. Walaupun terbangun dengan rasa penyesalan karena mematikan alaram tepat pukul lima pagi hari! Akan tetapi unsur ketidaksengajaan memang melekat disana. Satu kebaikan sudah saya hilangkan begitu saja hari ini. kebaikan untuk kebaikan diri saya sendiri. Setidaknya itulah yang saya rasakan karena telah melewatkan sholat subuh.
Kebiasaan begadang akhir-akhir ini, memang membuat sedikit perubahan pada siklus hidup. Kebiasaan lama yang datang kembali! Sebaiknya kedepan saya harus melakukan pencarian sejati tentang jatidiri kembali. Harus ada yang menjadi kebiasaan, yang berguna bagi orang lain. Bisa merupakan kebiasaan untuk terus berbuat baik dan menolong. Tidak mudah hidup di Jakarta dengan segala kebaikan, tapi sangat mudah jika ingin berbuat baik sambil hidup di Jakarta. Kota hyang padat dengan manusia dan polusi ini membuat otak orang kampung seperti saya, meradang! Suasana sumpek dan gerah adalah perasaan sehari-hari yang tersedia untuk menemani sarapan pagi. Sumpah serapah yang dulu pernah saya berikan pada kota ini, akhirnya menjadi kenyataan manis yang harus saya rasakan sendiri. Enam tahun yang lalu, ketika pertama kali menginjakkan kaki di tanjung periuk serasa terulang kembali ketika pertengahan tahun lalu, saya harus mendarat di bandara internasional soekarno-hatta. Lagu siapa suruh datang Jakarta, menjadi lagu selamat datang walau tanpa alunan nyata di telinga.
Menjadi hal yang sederhana ketika saya memulai sebuah usaha tanpa modal sama sekali. Usaha untuk menjadi orang yang sedikit terpandang di kampung sendiri, ketika orang di kampung lain sudah menaruh sedikit respek pada saya. Itu memang menjadi obsesi tersendiri ketika saya memutuskan untuk meninggalkan makassar empat tahun yang lalu. Cita-cita harus sudah terpenuhi ketika menginjakkan kaki kembali di kota daeng. Hari ini harus segera diselesaikan, karena jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang kurang sepuluh. Waktunya mandi dan berdandan rapi. Ada hal baru stok lama yang menunggu di kantor. Seperti biasa, tidak ada yang istimewa dengan rutinitas orang kantoran di Jakarta, kepala-kepala yang dipenuhi obsesi urbanisme berulang setiap hari dan menjadi warna dominan pada hampir semua orang di kota ini. Caw!
Kebiasaan begadang akhir-akhir ini, memang membuat sedikit perubahan pada siklus hidup. Kebiasaan lama yang datang kembali! Sebaiknya kedepan saya harus melakukan pencarian sejati tentang jatidiri kembali. Harus ada yang menjadi kebiasaan, yang berguna bagi orang lain. Bisa merupakan kebiasaan untuk terus berbuat baik dan menolong. Tidak mudah hidup di Jakarta dengan segala kebaikan, tapi sangat mudah jika ingin berbuat baik sambil hidup di Jakarta. Kota hyang padat dengan manusia dan polusi ini membuat otak orang kampung seperti saya, meradang! Suasana sumpek dan gerah adalah perasaan sehari-hari yang tersedia untuk menemani sarapan pagi. Sumpah serapah yang dulu pernah saya berikan pada kota ini, akhirnya menjadi kenyataan manis yang harus saya rasakan sendiri. Enam tahun yang lalu, ketika pertama kali menginjakkan kaki di tanjung periuk serasa terulang kembali ketika pertengahan tahun lalu, saya harus mendarat di bandara internasional soekarno-hatta. Lagu siapa suruh datang Jakarta, menjadi lagu selamat datang walau tanpa alunan nyata di telinga.
Menjadi hal yang sederhana ketika saya memulai sebuah usaha tanpa modal sama sekali. Usaha untuk menjadi orang yang sedikit terpandang di kampung sendiri, ketika orang di kampung lain sudah menaruh sedikit respek pada saya. Itu memang menjadi obsesi tersendiri ketika saya memutuskan untuk meninggalkan makassar empat tahun yang lalu. Cita-cita harus sudah terpenuhi ketika menginjakkan kaki kembali di kota daeng. Hari ini harus segera diselesaikan, karena jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang kurang sepuluh. Waktunya mandi dan berdandan rapi. Ada hal baru stok lama yang menunggu di kantor. Seperti biasa, tidak ada yang istimewa dengan rutinitas orang kantoran di Jakarta, kepala-kepala yang dipenuhi obsesi urbanisme berulang setiap hari dan menjadi warna dominan pada hampir semua orang di kota ini. Caw!
Minus Enam Malam Sebelum Puasa
07:10
Filed Under: Ramadhan Dimata Blogger |0 comments
Sepertinya saya perlu segera menyelesaikan hari ini dengan beberapa goresan! Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari! Setidaknya itulah yang terlihat di pojok kiri mesin ketik ini. Kemarin saya sedikit disibukkan oleh beberapa aktifitas yang tidak terlalu penting tapi sangat berarti! Sebenarnya terdapat banyak hal yang terlalu berharga yang saya lalui hari ini. Sebuah kejadian yang sederhana tapi sangat berkesan terjadi pada saat di lapangan futsal. Mungkin karena sudah terlalu kecapaian bermain bola, sampai-sampai kunci kosan terjatuh dari kantong celana saat hendak memakainya! Jika saja kunci itu terjatuh di lantai keramik, tentunya saya segera mengetahui pada saat itu juga. Tapi alhasil tempat terjatuhnya di sebuah lapangan sintetis. Bunyi tidak, hilang iya! Sejenak saya duduk diluar lapangan di sebuah kursi tunggu bagi penonton. Perasaan sudah melayang-layang memikirkan kare kambing yang menunggu di kamar, yang sejak sore membuat hidung saya sibuk. Aroma kare yang menyerang dari berbagai sudut kamar, berasal dari dapur umum sang tuan kos!
Saat saya beranjak dari tempat duduk, salah seorang teman menunjuk ke arah lapangan! Sebuah sepatu terlgeletak! Tidak lama kemudian sang pemilik sepatu kembali masuk ke dalam lapangan yang dikelilingi jala dari tali nilon! Mengambil sepatu dan menemukan kunci saya disana! Tuhan menolong saya lagi.. baru saja saya ingin berjalan meninggalkan lapangan menuju parkiran! Tidak perlu ditanyakan lagi apa yang akan terjadi jika sampai kunci kamar saya ketinggalan disana! Alih-alih ingat sambil jalan, otak sudah penuh dengan bayangan lemak tak jenuh kare kambing di kamar! Rahasia Tuhan tidak pantas saya bahas, tapi mungkin berkesan untuk diingat. Kebaikan apa yang baru saja saya lakukan, hingga Tuhan menolong saya melalui sang pemilik sepatu! Subahanallah.. Maha Suci Allah dengan segala FirmanNya!
Saat bermain futsal, kemampuan fisik sepertinya sudah jauh menurun dari sebulan yang lalu! Asap rokok sudah mulai mengepul dari sela-sela tulang rusuk! Kadang saya merasa, sudah saatnya menikmati akhir dari sebuah kisah yang masih saja berada di awal! Setelah diantar kembali ke tempat berkumpul semula, saya dan seorang teman pulang ke kosan dengan berjalan kaki. Disepanjang jalan yang tidak terlalu padat dengan kendaraan, tampak para wanita malam berbaris menunggu giliran order dari para lelaki normal. Ya Allah, perempuan secantik mereka apa tidak memiliki kesempatan yang layak untuk mendapat suami dan pekerjaan yang layak? Pilihan hidup atau yang terpilih untuk hidup? Sekarang sudah hari minggu, berarti saya bertemu mereka malam minggu ya! Pasar sedang ramai memang, tapi akhir-akhir ini banyak razia dan sweping! Apalagi menjelang ramadhan. Tidak heran jumlah mereka lenih sedikit dari biasanya.
Saat ini, lebih pantas saya jadi pengamat daripada jadi bagian dari pelaku belum pantas saya berbicara tentang dosa, jika hari-hari masih dilalui dengan banyak dosa. Sesampai dikosan, sebenarnya saya sudah ingin langsung menyantap nasi kotak yang berisi kare kambing di bungkus di dalam pelastik! Ini makanan yang membuat saya sepanjang sore tadi bertanya? Kapan saya berada di rumah dan menikmati aroma dan rasa mereka! Tuhan menolong saya lagi! Kare kambing siap santap sudah menunggu dan saya harus segera mendinginkan badan sebelum mandi.. karena sepertinya lebih nikmat dimakan jika badan sudah bersih dan wangi! Bau kare sudah menyengat, jangan sampai dirusak dengan bau keringat yang menempel! Pas sekali dengan acara tv yang sedang tayang, sebuah parodi komedi yang lagi naik daun! Ditemani segelas air mineral yang sepaket dengan nasi kotak kare kambing! Hari ini ada tantangan baru yang menunggu dan saya masih berhutang selembar folio kisah saya yang lain. Mata sudah memanggil ke sarang dan badan juga panas! Mungkin berasal dari reaksi kare kambing yang ada di perut caw!
Saat saya beranjak dari tempat duduk, salah seorang teman menunjuk ke arah lapangan! Sebuah sepatu terlgeletak! Tidak lama kemudian sang pemilik sepatu kembali masuk ke dalam lapangan yang dikelilingi jala dari tali nilon! Mengambil sepatu dan menemukan kunci saya disana! Tuhan menolong saya lagi.. baru saja saya ingin berjalan meninggalkan lapangan menuju parkiran! Tidak perlu ditanyakan lagi apa yang akan terjadi jika sampai kunci kamar saya ketinggalan disana! Alih-alih ingat sambil jalan, otak sudah penuh dengan bayangan lemak tak jenuh kare kambing di kamar! Rahasia Tuhan tidak pantas saya bahas, tapi mungkin berkesan untuk diingat. Kebaikan apa yang baru saja saya lakukan, hingga Tuhan menolong saya melalui sang pemilik sepatu! Subahanallah.. Maha Suci Allah dengan segala FirmanNya!
Saat bermain futsal, kemampuan fisik sepertinya sudah jauh menurun dari sebulan yang lalu! Asap rokok sudah mulai mengepul dari sela-sela tulang rusuk! Kadang saya merasa, sudah saatnya menikmati akhir dari sebuah kisah yang masih saja berada di awal! Setelah diantar kembali ke tempat berkumpul semula, saya dan seorang teman pulang ke kosan dengan berjalan kaki. Disepanjang jalan yang tidak terlalu padat dengan kendaraan, tampak para wanita malam berbaris menunggu giliran order dari para lelaki normal. Ya Allah, perempuan secantik mereka apa tidak memiliki kesempatan yang layak untuk mendapat suami dan pekerjaan yang layak? Pilihan hidup atau yang terpilih untuk hidup? Sekarang sudah hari minggu, berarti saya bertemu mereka malam minggu ya! Pasar sedang ramai memang, tapi akhir-akhir ini banyak razia dan sweping! Apalagi menjelang ramadhan. Tidak heran jumlah mereka lenih sedikit dari biasanya.
Saat ini, lebih pantas saya jadi pengamat daripada jadi bagian dari pelaku belum pantas saya berbicara tentang dosa, jika hari-hari masih dilalui dengan banyak dosa. Sesampai dikosan, sebenarnya saya sudah ingin langsung menyantap nasi kotak yang berisi kare kambing di bungkus di dalam pelastik! Ini makanan yang membuat saya sepanjang sore tadi bertanya? Kapan saya berada di rumah dan menikmati aroma dan rasa mereka! Tuhan menolong saya lagi! Kare kambing siap santap sudah menunggu dan saya harus segera mendinginkan badan sebelum mandi.. karena sepertinya lebih nikmat dimakan jika badan sudah bersih dan wangi! Bau kare sudah menyengat, jangan sampai dirusak dengan bau keringat yang menempel! Pas sekali dengan acara tv yang sedang tayang, sebuah parodi komedi yang lagi naik daun! Ditemani segelas air mineral yang sepaket dengan nasi kotak kare kambing! Hari ini ada tantangan baru yang menunggu dan saya masih berhutang selembar folio kisah saya yang lain. Mata sudah memanggil ke sarang dan badan juga panas! Mungkin berasal dari reaksi kare kambing yang ada di perut caw!
Minus Tujuh Hari Sebelum Puasa
07:03
Filed Under: Ramadhan Dimata Blogger |0 comments
Hari ini saya merasa sedikit lega, setelah beberapa hari yang lalu, perasaan seperti tidak berada di badan. Kepala pusing dengan hal yang tidak jelas plus berat badan sedikit bertambah dari berat normal. Buku-buku yang parkir di lemari satu persatu sudah mulai saya keluarkan kembali untuk saya selesaikan materi bacaannya. Sudah keterlaluan sekali saya, membiarkan mereka nganggur ditemani debu dan pakaian yang belum juga di seterika. Jika melihat teman sekosan, saya harusnya malu karena masih belum termasuk kategori rapi untuk sekelas saya. Aneh memang, karena setiap kali saya merasa nyaman akan kondisi perasaan, selalu saja datang perasaan lain yang berlawanan. Saya akan sedikit ditemani untuk ramadhan kali ini, sudah ada banyak aktifitas yang menunggu disaat waktu menahan lapar, dahaga dan nafsu! Sudah ada mesin ketik dan buku-buku usang yang menunggu untuk dibaca.
Sangat menarik untuk saya lihat sejauh mana perkembangan hati dan pikiran saya ramadhan tahun ini. Kualitas atau rutinitas kah yang akan terjadi! Perjalanan saya belum juga setengah jalan dari kehidupan sebenarnya, setidaknya itu yang saya rasakan. Masih terdapat hal besar yang akan saya kejar! Sebuah cita-cita lain yang masih dalam tahap rencana dan rencana. Tapi kali ini membahasnya tidak perlu terlalu jauh. Mengalir seperti air dan berhembus seperti angin. Biarkan langkah demi langkah berlalu hingga tiba saatnya nanti saya telah siap dengan segalanya.
Saya tertawa kecil ketika beberapa hari yang lalu, ada berita di tv bahwa salah seorang gembong teroris yang diduga Mr……. telah terkepung dan sebentar lagi tertangkap hidup atau mati. Pada saat itu saya sedang berjalan pulang dari kantor dan bersamaan pikiran itu melintas. Entah kenapa? Padahal tidak ada hubungan batin antara saya dan teroris itu! apakah saya gila untuk sesaat atau sedang terjadi reaksi kimia antara udara yang saya hirup dengan para penonton pada saat itu. Udara ketegangan, penasaran dan hasrat yang dihembuskan dari separuh penonton televisi blok tempat saya melintas, saya hirup dan masuk ke otak! Mungkin!
Setelah hari itu, bergantian pakar dan peniliti tentang teroris, laku keras untuk menghadiri dialog yang membahas kejadian tadi. Mulai dari yang mengaku pernah kenal dengan orang yang diduga pelaku. rekan kerja, polisi, mantan tetangga, teman kelas, pak rt lingkungan tempat mereka beroperasi sampai, orang asing yang datang meneliti ke negeri ini. Pada saat yang bersamaan, hasil pilpres yang belum juga memuaskan beberapa pihak, sedang memasuki masa persidangan di pengadilan mahkamah konstitusi. Negeri ini seperti tidak habisnya dengan “ledakan” kepentingan dari berbagai pihak! Ya semoga mereka-mereka tetap diberi keteguhan hati untuk mencapai cita-cita. Hanya mereka dan Tuhan yang mengetahui keinginan mereka seperti apa!
Bersamaan dengan berdendangnya lagu kunang-kunang dari esnanas, sebuah lagu yang mengisahkan tentang seseorang yang takut dengan keberadaan kunang-kunang karena ekpestasinya yang salah terhadap sebuah kondisi yang tidak seperti bayangan mereka. Seperti halnya teroris dan pilpres! Kopi pun sudah menyisahkan tegukan terakhir dan cahaya matahari sudah tidak malu lagi untuk menampakkan diri di ujung jendala kamar, yang sebentar lagi kosong ditinggal pemilik berangkat kerja. Caw!
Sangat menarik untuk saya lihat sejauh mana perkembangan hati dan pikiran saya ramadhan tahun ini. Kualitas atau rutinitas kah yang akan terjadi! Perjalanan saya belum juga setengah jalan dari kehidupan sebenarnya, setidaknya itu yang saya rasakan. Masih terdapat hal besar yang akan saya kejar! Sebuah cita-cita lain yang masih dalam tahap rencana dan rencana. Tapi kali ini membahasnya tidak perlu terlalu jauh. Mengalir seperti air dan berhembus seperti angin. Biarkan langkah demi langkah berlalu hingga tiba saatnya nanti saya telah siap dengan segalanya.
Saya tertawa kecil ketika beberapa hari yang lalu, ada berita di tv bahwa salah seorang gembong teroris yang diduga Mr……. telah terkepung dan sebentar lagi tertangkap hidup atau mati. Pada saat itu saya sedang berjalan pulang dari kantor dan bersamaan pikiran itu melintas. Entah kenapa? Padahal tidak ada hubungan batin antara saya dan teroris itu! apakah saya gila untuk sesaat atau sedang terjadi reaksi kimia antara udara yang saya hirup dengan para penonton pada saat itu. Udara ketegangan, penasaran dan hasrat yang dihembuskan dari separuh penonton televisi blok tempat saya melintas, saya hirup dan masuk ke otak! Mungkin!
Setelah hari itu, bergantian pakar dan peniliti tentang teroris, laku keras untuk menghadiri dialog yang membahas kejadian tadi. Mulai dari yang mengaku pernah kenal dengan orang yang diduga pelaku. rekan kerja, polisi, mantan tetangga, teman kelas, pak rt lingkungan tempat mereka beroperasi sampai, orang asing yang datang meneliti ke negeri ini. Pada saat yang bersamaan, hasil pilpres yang belum juga memuaskan beberapa pihak, sedang memasuki masa persidangan di pengadilan mahkamah konstitusi. Negeri ini seperti tidak habisnya dengan “ledakan” kepentingan dari berbagai pihak! Ya semoga mereka-mereka tetap diberi keteguhan hati untuk mencapai cita-cita. Hanya mereka dan Tuhan yang mengetahui keinginan mereka seperti apa!
Bersamaan dengan berdendangnya lagu kunang-kunang dari esnanas, sebuah lagu yang mengisahkan tentang seseorang yang takut dengan keberadaan kunang-kunang karena ekpestasinya yang salah terhadap sebuah kondisi yang tidak seperti bayangan mereka. Seperti halnya teroris dan pilpres! Kopi pun sudah menyisahkan tegukan terakhir dan cahaya matahari sudah tidak malu lagi untuk menampakkan diri di ujung jendala kamar, yang sebentar lagi kosong ditinggal pemilik berangkat kerja. Caw!
Subscribe to:
Posts (Atom)






