Saya pernah merasa sakit hati dan takut melakukan sesuatu karena sebelumnya telah pernah gagal! Padahal jauh sebelum saya gagal, sudah jutaan orang lainnya pernah merasakan hal yang sama. Tapi hanya sedikit dari mereka yang mau mencoba lagi untuk merasakan keberhasilan. Harusnya saya tanyakan pada diri sendiri, mau ikut yang mana? Mau ikut yang banyak atau yang sedikit? Rasa takut adalah sifat alami yang dimiliki setiap manusia di muka bumi ini. Sifat yang harusnya digunakan hanya untuk Tuhan tapi malah saya gunakan kepada selain Dia. Tuhan memberikan sifat takut kepada saya, agar sebagai hambanya bisa meyakini keberadaan dan kebesaraNya. Takut hanya ada di hati orang-orang yang sedang dibawah pengaruh godaan syaitan yang terkutuk.
Jika saya ini dianggap generasi penerus bangsa. Semestinya jangan sampai waktu dihabiskan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Kegagalan yang saya alami dalam sebuah usaha, harus mampu menjadi pendorong untuk berusaha lebih baik lagi. Faktor-fktor kegagalan harus dipelajari dengan baik. Jangan terburu-buru untuk menyelesaikan sesuatu. Sehingga yang dilakukan dapat berjalan tanpa mengorbankan waktu untuk hal
Showing posts with label How About You. Show all posts
Showing posts with label How About You. Show all posts
Are You 100%?
12:44
Filed Under: How About You |0 comments
I not yet can fully execute better what according to my mind of goodness. Feel egoism exist in in myself is true big so! I am only trying to be nature of that not take a grip on me. Particularly if that concerning with problem of love, egoist sure I will emerge to surface. As ordinary human being it is of course the mentioned often just happened to whom. But really make challenge me and its barricade weight. I have to deal with myself alone is. Middle of crisis which knock over in this time, requiring someone beside I to remain to to balance my mind. Its challenge become heavier at the time of I have to reside in far from one who during the time accompanies and support me.
Every moment I have to try to make self business, otherwise wish to be attacked negative mind culture about life. That feeling is I have to fight against strengths so that in less than influencing me farther. Hopefully Allah of swt show promise at slave. And boredom such as those which knock over in this time I can channel to things which are positive. When that challenge come to me. At the time I have to immediately awaken in order not to fall to far with darkness of mind which every moment can attack.
Every moment I have to try to make self business, otherwise wish to be attacked negative mind culture about life. That feeling is I have to fight against strengths so that in less than influencing me farther. Hopefully Allah of swt show promise at slave. And boredom such as those which knock over in this time I can channel to things which are positive. When that challenge come to me. At the time I have to immediately awaken in order not to fall to far with darkness of mind which every moment can attack.
Alam Ini Nikmat?
Monday, 24 August 2009 08:12
Filed Under: How About You |0 comments
Apa kabar hari ini? Saya harap semua dalam keadaan sehat untuk tetap bisa menjalankan aktifitas dan menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan. Rasanya hari ini kurang begitu strong. Dari malam sampai pagi ini saya belum merasakan dorongan dari dalam untuk bersemangat. Saya tidak ingin membahas kenapa saya begitu, karena setiap orang punya resiko dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalani hidup ini.
Ketika beranjak dari tempat tidur, pikiran yang semalam kadang masih ikut bersama rasa kantuk yang masih menyerang. Keinginan untuk melanjutkan tidur sudah bukan barang baru lagi. Hari ini pun rasanya berat untuk dilalui, serasa ingin cepat-cepat menyelesaikan hari ini. Dan menyambut hari esok saja yang berharap bisa lebih baik dari sekarang. Tapi saya lupa bahwa, apa yang saya lakukan hari ini adalah merupakan bagian dari hari esok. Jadi apabila hari ini begini saja, maka hari esok juga bisa saja tidak jauh dari sekarang. Itu karena segala bentuk tindakan dan respon setiap harinya akan memberikan efek kedalam terhadap diri. Saya harus melatih diri untuk tidak gampang lesu menghadapi situasi seperti itu. Membiasakan diri bermalas-malasan akan melatih tubuh untuk senang akan situasi santai dan malas. Dan akibatnya, setiap harinya saya terjebak dalam situasi yang dingin dan hampa. Rasanya sudah malas untuk beraktifitas dan bekerja.
Selama masih bernafas, sehat dan bertenaga. Saya harus membiasakan diri untuk beraktifitas. Agar waktu yang dimiliki dapat digunakan sebaik-baiknya. Lagipula seperti yang selalu saya bilang bahwa, hari esok belum tentu ada. Hari ini begitu singkat untuk kita lalui tanpa mengerjakan satu hal pun. Banyak orang disekitar yang mulai pagi buta sampai matahari tenggelam sibuk mencari nafkah bagi keluarganya. Dan hal tersebut dilakukan hampir setiap hari dalam seminggu. Bagi yang brkecukupan harusnya punya lebih banyak waktu. Bukannya waktu untuk bermalas-malasan, tapi waktu untuk menikmati dunia ini dan mengagumi Sang Pencipta. Beri sedikit penyegaran tehadap mata dan pikiran, bukannya tinggal bermalas-malasan dirumah atau di tempat tidur. Banyak aktifitas yang tidak mengharuskan saya bekerja mengeluarkan tenaga, tapi bisa membuat rileks. Tuhan menciptakan alam ini dengan berbagai keindahan yang ada didalamnya. Saya bisa memanfaatkan waktu yang biasanya terbuang untuk tidur, dipakai menikmati alam ini. Apalagi buat saya tinggal di negeri tercinta Indonesia. Yang sudah bukan rahasia lagi kalau negeri ini terkenal akan panorama alam dan keanekaragaman budayanya. Hal ini yang patut dinikmati sebagai bangsa sendiri. Pengalaman yang membuat saya kagum akan keindahan negeri ini seakan membuat saya ingin mengulang seluruh cerita yang pernah saya lalui. Waktu dan kelebihan materi dapat saya gunakan berekreasi ria ke pelosok negeri ini. Saya yakin akan menemukan banyak hal baru diluar sana yang pastinya akan membuka mata tentang dunia sebenarnya. Hal itu bisa menjadi sarana untuk melepas pikiran yang setiap hari disesaki aktifitas perkotaan yang sibuk. Kapan lagi saya punya waktu. Sekarang atau tidak sama sekali. Alam disekitar penuh dengan misteri hidup yang belum terungkap. Saatnya hidup ini mencari ketenangan dan penghikmatan akan ciptaan Tuhan.
Setuju?
Ketika beranjak dari tempat tidur, pikiran yang semalam kadang masih ikut bersama rasa kantuk yang masih menyerang. Keinginan untuk melanjutkan tidur sudah bukan barang baru lagi. Hari ini pun rasanya berat untuk dilalui, serasa ingin cepat-cepat menyelesaikan hari ini. Dan menyambut hari esok saja yang berharap bisa lebih baik dari sekarang. Tapi saya lupa bahwa, apa yang saya lakukan hari ini adalah merupakan bagian dari hari esok. Jadi apabila hari ini begini saja, maka hari esok juga bisa saja tidak jauh dari sekarang. Itu karena segala bentuk tindakan dan respon setiap harinya akan memberikan efek kedalam terhadap diri. Saya harus melatih diri untuk tidak gampang lesu menghadapi situasi seperti itu. Membiasakan diri bermalas-malasan akan melatih tubuh untuk senang akan situasi santai dan malas. Dan akibatnya, setiap harinya saya terjebak dalam situasi yang dingin dan hampa. Rasanya sudah malas untuk beraktifitas dan bekerja.
Selama masih bernafas, sehat dan bertenaga. Saya harus membiasakan diri untuk beraktifitas. Agar waktu yang dimiliki dapat digunakan sebaik-baiknya. Lagipula seperti yang selalu saya bilang bahwa, hari esok belum tentu ada. Hari ini begitu singkat untuk kita lalui tanpa mengerjakan satu hal pun. Banyak orang disekitar yang mulai pagi buta sampai matahari tenggelam sibuk mencari nafkah bagi keluarganya. Dan hal tersebut dilakukan hampir setiap hari dalam seminggu. Bagi yang brkecukupan harusnya punya lebih banyak waktu. Bukannya waktu untuk bermalas-malasan, tapi waktu untuk menikmati dunia ini dan mengagumi Sang Pencipta. Beri sedikit penyegaran tehadap mata dan pikiran, bukannya tinggal bermalas-malasan dirumah atau di tempat tidur. Banyak aktifitas yang tidak mengharuskan saya bekerja mengeluarkan tenaga, tapi bisa membuat rileks. Tuhan menciptakan alam ini dengan berbagai keindahan yang ada didalamnya. Saya bisa memanfaatkan waktu yang biasanya terbuang untuk tidur, dipakai menikmati alam ini. Apalagi buat saya tinggal di negeri tercinta Indonesia. Yang sudah bukan rahasia lagi kalau negeri ini terkenal akan panorama alam dan keanekaragaman budayanya. Hal ini yang patut dinikmati sebagai bangsa sendiri. Pengalaman yang membuat saya kagum akan keindahan negeri ini seakan membuat saya ingin mengulang seluruh cerita yang pernah saya lalui. Waktu dan kelebihan materi dapat saya gunakan berekreasi ria ke pelosok negeri ini. Saya yakin akan menemukan banyak hal baru diluar sana yang pastinya akan membuka mata tentang dunia sebenarnya. Hal itu bisa menjadi sarana untuk melepas pikiran yang setiap hari disesaki aktifitas perkotaan yang sibuk. Kapan lagi saya punya waktu. Sekarang atau tidak sama sekali. Alam disekitar penuh dengan misteri hidup yang belum terungkap. Saatnya hidup ini mencari ketenangan dan penghikmatan akan ciptaan Tuhan.
Setuju?
Untuk Apa Saya Lahir?
08:03
Filed Under: How About You |0 comments
Ketika waktu mulai meninggalkan, hanya masa lalu yang hinggap dikepala hingga tak satupun dari mereka yang akan saya biarkan terlepas. Kenangan manis yang telah menemani dimasa lalu janganlah menjadi gula dalam darah. Yang apabila berlebihan akan menjadi penyakit. Biarlah ia menjadi madu dalam diri yang akan mendatangkan kesehatan jikalau sedang rindu akan seseorang yang telah lama berpisah. Masa lalu bukan racun bukan pula wewangian yang tiap saat saya bisa nikmati keharumannya. Adakalanya masa lalu hanya akan melekatkan pada kesedihan yang tak berujung karena sesuatu hal yang telah berlalu. Masa lalu juga bisa membuat saya tetap tegar dikala badai cobaan datang menerpa karena sebuah janji yang telah terpatri dalam sanubari diwaktu lampau. Janji yang mengharuskan saya tetap berada pada jalur yang benar. Janji kepada seseorang yang terkasih. Dan hanya lekang pada saat raga merapat ke ibu pertiwi.
Melihat kembali apa yang sudah terjadi bukan untuk mengambil kesedihan yang telah lama terbuang, akan tetapi mencari tujuan awal yang sebentar lagi pudar di terpa hempasan problematika hidup dalam pikiran. Jangan biarkan pikiran menjadi dewa dalam daging. Yang hanya akan menjerat pada lilitan keresahan dan kecemasan. Kembalikan semuanya kepada Tuhan. Kepada dimana saya berasal dan tercipta sebagai khalifah dimuka bumi. Kepada asal muasal terlahirnya saya sebagai golongan manusia yang seharusnya beradap. Apalah arti saya dimata Tuhan jika bukan sebagai hamba yang seharusnya taat. Bukan seperti pikiran yang digambarkan oleh alam “secret” yang imajiner. Akan tetapi sebuah alam yang benar-benar ada untuk saya nikmati, bukan hanya ketika hidup tetapi sampai pada ketika saya dihidupkan kembali. Apa yang telah digambarkan oleh Kitab Suci sejak jaman Nabi Daud hingga pada di utusnya Nabi Muhammad SAW. Bahwa hakekat manusia terlahir dimuka bumi adalah sebagai khalifah yang membawa ajaran langit, sebuah perintah untuk bersujud kepada sang Khalik. Bukan sebagai pemuja alam pikiran yang tak pernah berhenti meminta apa yang belum pernah mereka syukuri. Kemana lagi saya hendak berangkat ketika matahari terbit di ufuk barat, gunung berterbangan dan lautan mengamuk hingga dengungan terompet sangkakala terdengar merdu ditelinga. Kemana semua orang yang telah dengan berani mengingkari kuasa Tuhan. Hanya Ia yang tahu. Masa lalu akan sangat begitu berarti ketika sekarang saya bahagia. Akan saya jadikan hari ini, untuk kelak menjadi bagian masa lalu, yang pernah memberi sebuah hal yang tidak akan terlupakan oleh manusia apalagi Tuhan! Sebagai sesuatu yang patut dikenang ketika saya berpaling. Merasakan diri ini sebagai manusia yang benar-benar lahir untuk menjalankan perintahNya. Warnai hidup dengan goresan kasih sayang dan kecintaan kepada setiap mahluk ciptaanNya. Sesungguhnya dalam setiap kalimat, “Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang” yang terucap dari bibir ini, dapat menjadi gambaran nyata, bahwa Kasih Tuhan tiada batas. Tidak terbatas oleh ruang dan waktu, oleh langit dan bumi karena semuanya memang berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya.
Anda bagaimana?
Melihat kembali apa yang sudah terjadi bukan untuk mengambil kesedihan yang telah lama terbuang, akan tetapi mencari tujuan awal yang sebentar lagi pudar di terpa hempasan problematika hidup dalam pikiran. Jangan biarkan pikiran menjadi dewa dalam daging. Yang hanya akan menjerat pada lilitan keresahan dan kecemasan. Kembalikan semuanya kepada Tuhan. Kepada dimana saya berasal dan tercipta sebagai khalifah dimuka bumi. Kepada asal muasal terlahirnya saya sebagai golongan manusia yang seharusnya beradap. Apalah arti saya dimata Tuhan jika bukan sebagai hamba yang seharusnya taat. Bukan seperti pikiran yang digambarkan oleh alam “secret” yang imajiner. Akan tetapi sebuah alam yang benar-benar ada untuk saya nikmati, bukan hanya ketika hidup tetapi sampai pada ketika saya dihidupkan kembali. Apa yang telah digambarkan oleh Kitab Suci sejak jaman Nabi Daud hingga pada di utusnya Nabi Muhammad SAW. Bahwa hakekat manusia terlahir dimuka bumi adalah sebagai khalifah yang membawa ajaran langit, sebuah perintah untuk bersujud kepada sang Khalik. Bukan sebagai pemuja alam pikiran yang tak pernah berhenti meminta apa yang belum pernah mereka syukuri. Kemana lagi saya hendak berangkat ketika matahari terbit di ufuk barat, gunung berterbangan dan lautan mengamuk hingga dengungan terompet sangkakala terdengar merdu ditelinga. Kemana semua orang yang telah dengan berani mengingkari kuasa Tuhan. Hanya Ia yang tahu. Masa lalu akan sangat begitu berarti ketika sekarang saya bahagia. Akan saya jadikan hari ini, untuk kelak menjadi bagian masa lalu, yang pernah memberi sebuah hal yang tidak akan terlupakan oleh manusia apalagi Tuhan! Sebagai sesuatu yang patut dikenang ketika saya berpaling. Merasakan diri ini sebagai manusia yang benar-benar lahir untuk menjalankan perintahNya. Warnai hidup dengan goresan kasih sayang dan kecintaan kepada setiap mahluk ciptaanNya. Sesungguhnya dalam setiap kalimat, “Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang” yang terucap dari bibir ini, dapat menjadi gambaran nyata, bahwa Kasih Tuhan tiada batas. Tidak terbatas oleh ruang dan waktu, oleh langit dan bumi karena semuanya memang berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya.
Anda bagaimana?
“Kehilangan” So What!
07:08
Filed Under: How About You |0 comments
Memang tidak gampang menghilangkan pikiran tentang seseorang yang sudah lama melekat dihati, tiba-tiba berpisah dengan kita. Tapi saya menjadi tahu kalau sebenarnya saya tidak melupakan, karena memori dalam otak kita masih menyimpan ingatan dengan baik jika peristiwa perpisahan itu baru saja terjadi. Memori di otak akan penuh dengan sendirinya sampai pada saatnya nanti saya akan melupakan peristiwa pahit dalam hidup. Pada saat pahit itu, saya harus bertahan. Bertahan dari keterpurukan yang lebih jauh. Jangan sampai suasana hati dan pikiran dikendalikan oleh situasi yang terjadi. Merasa kehilangan dan sepi bisa saja membuat saya merasa terpukul berat. Akan tetapi saya harus berusaha untuk tidak terbawa arus, melakukan sesuatu yang dapat menjauhkan pikiran dari hal tersebut. Setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya. Dialik kesulitan pasti ada kemudahan. Tinggal apakah saya sabar atau tidak. Karena tidak pernah ada badai yang tidak reda. Atau hujan yang tidak berhenti. Akibat apapun yang menjadi resiko sebuah kejadian pastilah pada akhirnya, kejadian tersebut akan berakhir juga digantikan matahari yang kembali terbit. Sikap optimis harus tetap ada dalam diri, tersimpan walau sedikit, karena yang sedikit itu yang akan menyelamatkan saya kelak dari keterpurukan, jika suatu saat tertimpa masalah. Saya tidak boleh sungkan untuk mencari tahu, seberapa kuat diri ini.
Jangan takut mengambil resiko yang mengharuskan mengambil keputusan yang bisa saja itu beresiko buruk buat saya. Toh keputusan tetap harus diambil juga. Selesaikan setiap masalah hingga tuntas. Jangan membiarkannya berlarut-larut, karena justru akan membuat saya semakin lemah. Dan lambat laun akan menguras daya pikir saya yang objektif dan positif. Pada akhirnya akan tersisa hanya berupa pandangan yang pesimis dan negatif. Pikiran positif sudah saya biarkan terlalu lama menanggung beban yang berat hingga ketika dibutuhkan, saya baru sadar bahwa telah menghabiskannya. Dan tidak sedikit orang sulit lagi mengembalikannya. Keputusan menjadi hal yang begitu penting disetiap aspek pribadi manusia. Karena hidup berjalan diatas setiap keputusan yang telah saya ambil.
“Saya sekarang berada di tempat ini karena memutuskan untuk bekerja dan mengikuti permintaan perusahaan untuk ditugaskan disini, Sekarang saya sering batuk semenjak saya putuskan untuk merokok, Saya sekarang kena flu karena pulang dari kantor kemarin saya putuskan untuk kehujanan dibanding saya harus tunggu hujan reda.” dan ribuan keputusan-keputusan lain yang saya ambil dan memiliki pengaruh buat hidup saya. Baik atau buruknya adalah sebuah resiko. Dan tentu harus saya terima sebagai sebuah konsekwensi dalam hidup. Langkah selalu menuju kedepan, berjalan seperti umur yang perlahan berkurang. Jadi saya harus melakukan sesuatu sebelum keterpurukan menyelimuti hidup hingga akhir umur. Saya Jangan sampai menyia-nyiakan anugerah hidup yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Masih banyak hal yang menunggu untuk diselesaikan. Bukan hanya masalah yang datang sekarang, kuatlah. Kehilangan sesuatu dari hidup sekarang bagian lain dari diri saya yang akan kehilangan hidup kelak. Jadi so what? Keep fight until the end!
Kalau anda bagaimana?
Jangan takut mengambil resiko yang mengharuskan mengambil keputusan yang bisa saja itu beresiko buruk buat saya. Toh keputusan tetap harus diambil juga. Selesaikan setiap masalah hingga tuntas. Jangan membiarkannya berlarut-larut, karena justru akan membuat saya semakin lemah. Dan lambat laun akan menguras daya pikir saya yang objektif dan positif. Pada akhirnya akan tersisa hanya berupa pandangan yang pesimis dan negatif. Pikiran positif sudah saya biarkan terlalu lama menanggung beban yang berat hingga ketika dibutuhkan, saya baru sadar bahwa telah menghabiskannya. Dan tidak sedikit orang sulit lagi mengembalikannya. Keputusan menjadi hal yang begitu penting disetiap aspek pribadi manusia. Karena hidup berjalan diatas setiap keputusan yang telah saya ambil.
“Saya sekarang berada di tempat ini karena memutuskan untuk bekerja dan mengikuti permintaan perusahaan untuk ditugaskan disini, Sekarang saya sering batuk semenjak saya putuskan untuk merokok, Saya sekarang kena flu karena pulang dari kantor kemarin saya putuskan untuk kehujanan dibanding saya harus tunggu hujan reda.” dan ribuan keputusan-keputusan lain yang saya ambil dan memiliki pengaruh buat hidup saya. Baik atau buruknya adalah sebuah resiko. Dan tentu harus saya terima sebagai sebuah konsekwensi dalam hidup. Langkah selalu menuju kedepan, berjalan seperti umur yang perlahan berkurang. Jadi saya harus melakukan sesuatu sebelum keterpurukan menyelimuti hidup hingga akhir umur. Saya Jangan sampai menyia-nyiakan anugerah hidup yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Masih banyak hal yang menunggu untuk diselesaikan. Bukan hanya masalah yang datang sekarang, kuatlah. Kehilangan sesuatu dari hidup sekarang bagian lain dari diri saya yang akan kehilangan hidup kelak. Jadi so what? Keep fight until the end!
Kalau anda bagaimana?
What Your Intention?
Saturday, 22 August 2009 07:48
Filed Under: How About You |0 comments
I have discused elaborate with a time friend still active as student. That debate about, what in fact the target of human being borne on this earth? Even if my friend more senior and experienced about study! I do not want to off hand accept illogical opinion for me. Until we are dot, why people borne to differ and bright unegual of them! Though if studied, a man is strength manifest of God and woman is a mildness manifest of God. Why is unegual of their logic and mind? Might possibly not answer, but I wish to comment! One would become stupid because assumed by stupid others! so that treatment of them to it like treatment to fool. However bright one would because assumed is bright! Treatment and also attention of us to him, is treatment to bright people. Each and everyone have potency to go forward and become brightly. Environment limiting us to become brightly. For me which like to see people around becoming is bright, hence I ought to treat them as a is bright! If I do not wish to be assumed is stupid, hence I ought to also don't assume fool!
your own Opinion?
your own Opinion?
Sekarang Atau Nanti?
07:14
Filed Under: How About You |0 comments
Saya tidak pungkiri jika, saya begitu bersemangat ketika hendak memulai suatu pekerjaan yang mengiming-imingkan materi yang banyak. Sesuatu yang beorientasi terhadap materi kebanyakan akan menjadi prioritas saya. Padahal hal itu pulalah yang membuat saya gagal dalam menggapainya. Seharusnya saya melakukan itu karena saya menikmati dan memberikan gairah dalam hidup! Karena apabila saya merasa nyaman melakukan hal tersebut, seharusnya itu awal dari keberhasilan.
Terkadang juga saya memulai sesuatu karena melihat orang lain telah sukses sebelumnya. Sehingga saya berniat meniru kesuksesan orang tersebut. Tapi yang salah adalah, ketika saya ingin meraih hal itu dengan instan. Dan ketika gagal, tidak jarang saya mengatakan bahwa itu bukan rejeki saya dan saya memulai yang lain saja! Mental seperti ini, mental seorang pecundang. Berani memulai sesuatu tapi tidak berani menerima kegagalan. Saya mungkin sudah kenyang dengan berbagai macam istilah yang menyemangati ketika saya gagal! tapi apakah saya tahu bahwa istilah tersebut, tidak begitu saja dibuat! Akan tetapi bersumber dari pengalaman dan pengorbanan hidup si pembuat. Harusnya saya juga membuat sendiri sebuah kalimat untuk memotivasi diri saya!
Hidup saya adalah tanggung jawab saya sendiri. Kemanapun saya melangkah, diri ini juga yang akan merasakannya. Ketika saya memulai sesuatu, harusnya saya jangan pernah berpikir untuk gagal. Tapi berpikir bahwa, saya bisa saja gagal sebelum berhasil. Intinya pasti saya bisa berhasil!
Kenapa saya bilang bisa! Alasannya sederhana, 500 tahun yang lalu andai saya hidup dan bertanya kepada manusia manapun didunia ini. Apakah kita bisa ke bulan? Jawaban yang saya temukan pasti mengatakan tidak! Bahkan sebagian besar dari mereka mungkin mengatakan mustahil. Tapi apa yang saya lihat sekarang adalah buat mereka mustahil pada masa lalu. Jadi kapan pun itu, sekaranglah saatnya saya mulai meniti keberhasilan. Mulai dengan apa yang saya inginkan. Saya akan lakukan apa yang saya bisa dan kerjakan sekarang. Bukan nanti atau besok. Keberhasilan berawal tekad yang bulat serta kerja keras. Dan ketika saya memulainya, kemudian gagal, jangan menyerah! Karena keberhasilan sesungguhnya adalah saat saya bangkit dari keterpurukan.
Bercermin pada diri saya, sesungguhnya pengalaman yang membuat saya senang menulis, merangkai kata yang mungkin buat orang lain hanya bualan belaka. Tapi saya senang dengan aktifitas ini, yang bisa saya lakukan di sela-sela waktu senggang. Paling tidak inilah buah pikiran saya sendiri. Dan hal inilah kemudian yang membuat saya bersemangat. Menuangkan pikiran saya yang tiada batas, sebuah anugerah dari Tuhan. Bagi orang lain mungkin saja hal ini biasa, ditengah maraknya pilihan karya tulis yang beredar di tengah-tengah mereka. Tapi buat saya, ini salah satu awal pencapaian cita-cita saya, yang dulu saat saya masih senang pada hobi membaca, saya hanya bisa berkhayal untuk bisa menulis karena begitu rumitnya merangkai kata sekalipun Sederhana.
Bukan materi atau uang yang akhirnya saya lihat pada sepenggal kisah hidup saya diatas. Tapi sebuah pencapaian hidup, yang dulu adalah mimpi saya. Materi adalah benda, ia hanya melambangkan sebuah ukuran status dalam masyarakat kaya atau miskin. Tapi sama sekali tidak mencerminkan sebuah kepuasan atau kebahagiaan dalam hidup. Kebahagiaan saya sebenarnya, adalah pada saat saya bisa menikmati hidup yang ada sekarang, bersyukur dengan apa yang saya miliki. Bertindak dan berbuat yang terbaik. Dan menerima segala kesulitan sebagai bagian dari kesuksesan.
Menjadi diri sendiri, karena setiap orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing termasuk saya. Tapi tidak setiap orang mau menerima kelemahan yang dimilikinya, padahal masih banyak orang yang mungkin lebih buruk dari keadaan saya sekarang. Kelemahan dalam diri saya juga bagian dari potensi untuk maju, karena sesungguhnya kesuksesan diukur dari sejauh mana saya bergerak dalam sebuah keterbatasan.
Itu menurut saya! Kalau anda bagaimana?
Terkadang juga saya memulai sesuatu karena melihat orang lain telah sukses sebelumnya. Sehingga saya berniat meniru kesuksesan orang tersebut. Tapi yang salah adalah, ketika saya ingin meraih hal itu dengan instan. Dan ketika gagal, tidak jarang saya mengatakan bahwa itu bukan rejeki saya dan saya memulai yang lain saja! Mental seperti ini, mental seorang pecundang. Berani memulai sesuatu tapi tidak berani menerima kegagalan. Saya mungkin sudah kenyang dengan berbagai macam istilah yang menyemangati ketika saya gagal! tapi apakah saya tahu bahwa istilah tersebut, tidak begitu saja dibuat! Akan tetapi bersumber dari pengalaman dan pengorbanan hidup si pembuat. Harusnya saya juga membuat sendiri sebuah kalimat untuk memotivasi diri saya!
Hidup saya adalah tanggung jawab saya sendiri. Kemanapun saya melangkah, diri ini juga yang akan merasakannya. Ketika saya memulai sesuatu, harusnya saya jangan pernah berpikir untuk gagal. Tapi berpikir bahwa, saya bisa saja gagal sebelum berhasil. Intinya pasti saya bisa berhasil!
Kenapa saya bilang bisa! Alasannya sederhana, 500 tahun yang lalu andai saya hidup dan bertanya kepada manusia manapun didunia ini. Apakah kita bisa ke bulan? Jawaban yang saya temukan pasti mengatakan tidak! Bahkan sebagian besar dari mereka mungkin mengatakan mustahil. Tapi apa yang saya lihat sekarang adalah buat mereka mustahil pada masa lalu. Jadi kapan pun itu, sekaranglah saatnya saya mulai meniti keberhasilan. Mulai dengan apa yang saya inginkan. Saya akan lakukan apa yang saya bisa dan kerjakan sekarang. Bukan nanti atau besok. Keberhasilan berawal tekad yang bulat serta kerja keras. Dan ketika saya memulainya, kemudian gagal, jangan menyerah! Karena keberhasilan sesungguhnya adalah saat saya bangkit dari keterpurukan.
Bercermin pada diri saya, sesungguhnya pengalaman yang membuat saya senang menulis, merangkai kata yang mungkin buat orang lain hanya bualan belaka. Tapi saya senang dengan aktifitas ini, yang bisa saya lakukan di sela-sela waktu senggang. Paling tidak inilah buah pikiran saya sendiri. Dan hal inilah kemudian yang membuat saya bersemangat. Menuangkan pikiran saya yang tiada batas, sebuah anugerah dari Tuhan. Bagi orang lain mungkin saja hal ini biasa, ditengah maraknya pilihan karya tulis yang beredar di tengah-tengah mereka. Tapi buat saya, ini salah satu awal pencapaian cita-cita saya, yang dulu saat saya masih senang pada hobi membaca, saya hanya bisa berkhayal untuk bisa menulis karena begitu rumitnya merangkai kata sekalipun Sederhana.
Bukan materi atau uang yang akhirnya saya lihat pada sepenggal kisah hidup saya diatas. Tapi sebuah pencapaian hidup, yang dulu adalah mimpi saya. Materi adalah benda, ia hanya melambangkan sebuah ukuran status dalam masyarakat kaya atau miskin. Tapi sama sekali tidak mencerminkan sebuah kepuasan atau kebahagiaan dalam hidup. Kebahagiaan saya sebenarnya, adalah pada saat saya bisa menikmati hidup yang ada sekarang, bersyukur dengan apa yang saya miliki. Bertindak dan berbuat yang terbaik. Dan menerima segala kesulitan sebagai bagian dari kesuksesan.
Menjadi diri sendiri, karena setiap orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing termasuk saya. Tapi tidak setiap orang mau menerima kelemahan yang dimilikinya, padahal masih banyak orang yang mungkin lebih buruk dari keadaan saya sekarang. Kelemahan dalam diri saya juga bagian dari potensi untuk maju, karena sesungguhnya kesuksesan diukur dari sejauh mana saya bergerak dalam sebuah keterbatasan.
Itu menurut saya! Kalau anda bagaimana?
Fair Day! Act!!
07:11
Filed Under: How About You |0 comments
Fair day, day which good to strarting something new. Better something that from yesterday. Not many choice possible which I can be done, and enter new category to now. But possible I can try to improve which have there. Existing work must now be done as well as possible. Have passed word surender in life, existing only moving and continue to make a move. Rounding up step and intention with high self confidence at the same time have never forgotten to pray to God to be smoothly its journey. Making clear mind and sanctify intention at heart, to be step felt light and without burden. Make balmy myself before acting, to be work walk better. If meeting barrier, huddle up to be made by closed friend rather than opponent. Barrier which emerge because they don't know goodwill will my. If I can make my intention understanding them will be heartfelt, hence immediately they will return to support! Insya Allah! Aside from them which is true have designs on to me. I Sure, that God The most See all that happened on this earth. Intention well to save later from virulent intention of others. Learn in order not to think of badness of people to myself, and do a kindness to humanity is several things which I could probably start and continue. Intrigue will only give restlessness and misery in life. Because nature of that is prince of darkness obsession to human being to be glassware. Try and surender x'self to The Creator is solution from all existing problem. I Hope!
You Agree?
You Agree?
Are You Strong?
07:11
Filed Under: How About You |0 comments
Who deny if human being it is true weak being before The Creator! But don't know what making some of in myself sometimes arrogant so till impressing all I get to be claimed as result of effort alone, without feeling the existence of help of Lord. If at the moment also I introspect our self hence I will see so much problem I which have pass by and face, by force of God. When me feel sorrowful because borning down upon the problem of which so weight, off the cuffly I will ask help of God. But if arriving my innings get portion which abundance, sometimes I forget to grateful to the what me get. One of the evidence that human being is weak being before The Creator human being can feel pain, old natural human being along increasing age him, human being can weep if is sorrowful, and angry if feeling annoyed! That nature which adhere human being, and prove that this us besides owning excess also have insuffiency.
Excess which I have to become capital to do best during given by life to go through. How to give contribution which are positive to environment around for progress to with possible one of the matter which can be done. never give up Attitude have to is always looked after at difficult moments without forgetting to surender our self to Lord. Each individual have talent to go forward and round into betterly, conversely each human being also have ruination seeds in each self. Role of people and environment closest become so of vital importance when human being given on to problem. As social being it is of course human being very is requiring of interaction one another in experiencing life. The mentioned have become is natural of human being from the day borned.
Yourself how?
Excess which I have to become capital to do best during given by life to go through. How to give contribution which are positive to environment around for progress to with possible one of the matter which can be done. never give up Attitude have to is always looked after at difficult moments without forgetting to surender our self to Lord. Each individual have talent to go forward and round into betterly, conversely each human being also have ruination seeds in each self. Role of people and environment closest become so of vital importance when human being given on to problem. As social being it is of course human being very is requiring of interaction one another in experiencing life. The mentioned have become is natural of human being from the day borned.
Yourself how?
Choice, Whether Difficult Always?
07:02
Filed Under: How About You |0 comments
I sometime bewildered with life choice which knock over. I confuse choice will I to select! though, when that choice only amounting to one mindlessly I chosen and executing it. Differ if that choice more than one, because often happened, energy have cleanse used up to chosen while choice not yet also dropped to one of. Why I can confuse, though in fact each choice which emerge before me, having the power of and each weakness or Excess and each insuffiency. Become if which I think its profit or loss, how if choice only one, meaning I will not have time to think of profit or loss of that choice because existing only one. just Possible modestly I which must do, is wisdom if me chosen becoming first priority. Which have deeper tying to myself. Choice I will never lie to me if that come from ownself. Explaining farther about sure life choice of him related to experience, discourse, and or historical value of itself choice, make to differ one another will only make me progressively confuse. Become choice live is absolute what me see first time as condition to become my stepping a period of to come if made to confuse with choice.
Your opinion?
Your opinion?
Subscribe to:
Posts (Atom)









